Text berjalan

مجلس تعليم د روس العر بية ببس - مجلس تعليم د روس العر بية ببس - مجلس تعليم د روس العر بية ببس Majelis taklim Tingkat "PlayGroup" Nahwu Shorof metode pemahaman bagi usia lanjut

Sabtu, 16 Juli 2011

Pompa Piston Radial

RADIAL PISTON PUMP

Piston-piston pada sebuah element pompa radial dalam formasi bintang secara radial terhadap poros penggerak pompanya , Gerakan dari kerja piston adalah dalam arah radial tehadap porosnya.
Perpindahan volume aliran pompa diatur dengan katup-katup melalui saluran (port) baik tetap maupun variable , dan kita juga harus membedakan antara bumbungan( camring) dalam dan luar ( yang artinya pembebanan gaya radial terhadap piston-piston oleh pegas dalam maupun pegas luar)
Pmpa yang ditunjukan pada gambar 11 adalah pompa yang diatur oleh sebuah katup /valve , dibebani oleh pegas dan dapat menghisap sendiri dengan perpindahan volume aliran tetap

Pompa ini memiliki bagian-bagian utama yaitu :
1.Rumah /Housing
2.Poros eksentris
3.Element-element pompa
4.piston
5.katup isap
6.Katup pengatur tekanan

Sebuah element pompa adalah sebuah komponen pemindahan aliran flow dengan satu piston yang dapat dibongkar/dipasangkan dengan baut pengikat terhadap rumah pompa. Element tersebut adalah pengarah untuk piston yang pada giliran posisi tertentu didorong ke arah poros eksentris dengan menggunakan pegas/spring dan tiap-tiap piston menghasilkan dua langkah perputaran poros pompa.
Pada putaran poros yang eksentris Fluida dari section port (warna biru) dihisap melalui suatu lubang aksial pada poros hisap , kemudian melalui lubang radial dan terus melewati ke saluran hisap yang di tahan oleh sebuah katup (checkvalve) item 8 dengan bantuan pegas dan keluar pada sekat-sekat .

Jika piston bergerak ke arah titik poros maka ruang isap piston akan smakin membesar , plate katup tipis terangkat dari bagian penyekat akibat gaya tarik dan ruang piston akan terisi dengan fluida (elemen 3.1)
Jika piston didorong ke luar oleh poros eksentris , maka piston ini akan mendorong plate katup kebagian penyekat selajutnya (elemen 3.2)
Pada saat yang sama bola dari checkvalve 6 akan naik dari dudukanya Elemen 3.3)
Fluida sekarang dapat mengalir dari setiap elemen pompa ke lunamg tekanan melalui saluran-saluran dalam rumahnya .
Volume hisap ditentukan oleh diameter dan jumlah piston dari tiaptiap jenis pompa.
Karena Gaya tergantung dari dua faktor tekanan kerja maupun volume aliran yang dihasilkan , maka tekanan kerja maksimal juga berubah sesuai dengan diameter dari piston yang digunakan ( type pompa)
Sedangkan piston disini jumlahnya adalah Ganjil ,yaitu untuk mengurangi ketidak teraturan dari volume aliran pompa dan mengurangi terjadinya fibrasi yang tinggi

Data teknik penting adalah
- diameter dalam (mm) : 8 mm, 10 mm , 12 mm 14 mm
- Volume perpindahan(Cm3/putaran) : 0.4 , 0.63 , 0.91 , 1.23 tiap elemen
- Tekanan kerja ( bar) : 630 , 500 , 350 , 250

Gambar 12 juga menunjukan sebuah pompa radial type V4 yang diatur oleh sebuah katup, dibebani oleh pegas dan dapat menghisap sendiri


Perbedaan dari pompa yang dijelaskan diatas terletak pada design dari elemen-elemen pistonnya.

Piston yang berlubang satu dengan dengan katup hisap 2 bergerak dalam silinder 3 dan didorong pada eksentisitas 5 dengan pegas 4 . Permukaan piston yang bergerak sesuai dengan radius eksentrisitasnya .Silinder tersebut berbentuk bola dan menumpu pada rumah pompa 7

Sebuah katup pengontrol 8 dipasang pada tumpuan ini, Elemen piston yang ada( silinder,piston,katup penghisap) dipasang bebas dengan pegas antara poros eksentris dan tumpuan (Bantalan piston yang diatur keseimbanganya secara hidrostatik).

Volume ruang piston pada silinder mengikat dengan gerakan bawah piston.

Akibat penghisapan plate katup dari bagian penyekat . Pada waktu yang bersamaan hubungan ruang hisap ke piston terjadi melalui alur radial pada eksentrik.
Ruang piston diisi dengan minyak oli melalui alur dan lubang pada piston
Jika piston bergerak keatas maka eksentrik akan menutup hubungn ke rumah . Plate katup pendorong ke bagian penyekat dan bola dari katup tekan terangkat dari dudukanya. Fluida sekarang mengalir kearah luar ( outlet) dari pompa.
Elemen pompa melakukan gerakan pendulum pada setiap putaran dari eksentrik
Pada pompa tersebut 3 , 5, atau 10 piston dapat dipasang . begitu juga 3 eksentrik yang mungkin berbeda . dan dapat dilakukan pengukuran tekanan tiap-tiap tap elemen-elemen satu persatu

Pompa-pompa yang di jelaskan pada bab-bab sebelumnya , dapat juga dihubungkan dengan menggunakan flange penggabung dan dapat dikombinasikan secara tandem sesuai kebutuhannya.

Jika kombinasi pompa digunakan ,maka sebagai contoh dari dua circuit hudraulik yang terpisah dapat dioperasikan melalui satu buah motor penggerak untuk memenuhi kebutuhan tekanan maupun jumlah aliran fluida .

Data teknis yang penting dalam pemilihan adalah

-Daya motor penggerak ( Kw)
-Diameter piston ( mm)
-Volume perpindahan aliran ( cc/put)
-Tekanan kerja ( Bar)

berikut ini beberapa contoh kombinasi pompa secara tandem
1.Pompa sudu V2 + pompa piston radial R2
2..Pompa sudu V3 + pompa sudu V3
3.Pompa sudu V3 + Pompa roda gigi G
4.Pompa Roda gigi G + pompa roda gigi G

Ilustrasi kerja pompa piston radial

1 komentar:

  1. maaf saya mau tanya? untuk motor hidrolik/motor orbit yang mempunyai daya puntir 3ton dengan sped putaran kira2 100rpm, itu tipe/seri apa, harga sekitar berapa, dan berapa cc, saya mohon pencerahannya!

    BalasHapus